Tentang YAPSI Darul 'Amal

Visi

Terselenggaranya lembaga pendidikan yang membentuk generasi muslim yang kuat aqidahnya, ta’at syariahnya, mulia akhlaknya, terpadu dengan unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Misi

  • Pendidikan dan pengajaran SMP-SMA kurikulum Depdiknas dengan penekanan bidang studi MAFIKIBII (Matematika, Fisika,Kimia, Biologi, dan Bahasa Indonesia, Inggris), untuk Jurusan IPA, dan Ilmu-ilmu Sosial dan Bahasa untuk jurusan IPS dan Bahasa.
  • Pengajaran dan praktek gramatika bahasa Arab dengan penekanan pada bidang Nahwu dan Sharf, sehingga peserta didik dapat memahami berbagai literatur arab dengan baik.
  • Pengajaran dan pendidikan Tafhim al-Quran secara tematik, sehingga peserta didik dapat membaca, memahami, mengamalkan dan mengajarkan al-Quran dengan benar dan baik.
  • Pengajaran dan pendidikan ilmu-ilmu tentang keislaman, seperti; Syari’ah Ibadah, Ulum al-Quran, Ulum al-Hadits, Ushul Fiqh, Sejarah Kebudayaan Islam.
  • Pembelajaran al-Akhlaq al-Karimah untuk diamalkan dan pengajaran al-Akhlak al-Sayyiah untuk dihindarkan.

Sejarah

  • Tahun 1982 – melalui media Mushalla mini ukuran 8 X 6 Meter, dibentuklah Majlis Ta’lim bulanan sebagai wahana sosialisasi ide dan cita-cita, yang diikuti oleh jamaah yang makin hari makin banyak jumlahnya.
  • Pada tahap awal Mushalla kecil tadi direnovasi menjadi 14 X 12 Meter, dengan sisi kanan diperuntukkan asrama santri, sedangkan sisi depan dan kiri untuk kelas-kelas Madrasah Diniyah Awaliyah, di siang hari, ruangan tengah untuk shalat berjamaah, dan seminggu sekali untuk pengajian umum, sebulan sekali untuk mudzakarah, sekaligus sebagai wahana sosialisasi ide dan cita-cita penggagas.
  • Setelah ide dan gagasan mendapat sambutan dari beberapa anggota masyarakat, kemudian dituangkan dalam rancangan Anggaran Dasar Yayasan, maka pada tanggal 25 Januari 1992, bertempat di Jakarta, Anggaran Dasar Yayasan Pendidikan & Sosial Islam (YAPSI) DARUL ‘AMAL ditanda tangani dengan Notaris Ibu Hj. Rahmah Arie Soetardjo, SH.
  • Bermodal tanah wakaf dari hamba Allah di Jakarta, tahap berikutnya, Program Kerja disusun, tahunan dan lima tahunan. sambil terus merayap membangun Gedung Sekolah, semula 4 (empat) lokal dan pada tahun berikutnya menjadi 10 (sepuluh) lokal. Dalam rencana pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana dibuat rencana 3 (tiga) PELITA (Pembangunan Lima Tahunan).
  • Pada PELITA pertama difokuskan kepada pembebasan tanah mencapai 50.000 meter (5 Hekar), berikut Master Plan mengenai tata-letak dan arsitekturalnya, sementara untuk PELITA dua, pembangunan sarana Ibadah (Masjid), Pendidikan (Gedung Sekolah, Laboratorium, Perpustakaan, dan Asrama), serta Sarana Olah Raga.
  • Pada PELITA tiga, diarahkan kepada penyediaan sarana penunjang, Aula (Gedung Pertemuan), Guest House, Kolam Renang, dan Lapangan Tennis, serta Pertamanan, sementara pada tingkat pendidikan, diharapkan sudah tersedia dari mulai TK sampai ke Perguruan Tinggi.

Makna Nama

  • Nama Darul ‘Amal didasari dari sebuah kata mutiara seorang sufi yang menyatakan bahwa, “Semua manusia pasti mati, kecuali para ulama, para ulama pun seluruhnya tidur, kecuali yang beramal, yang beramal pun seluruhnya tertipu kecuali yang ikhlas, dan yang ikhlas pun dalam bahaya yang besar. Allah Maha Gagah dan Agung berfirman, ‘hendaklah orang yang jujur bertanya tentang kejujuran mereka’”.
  • Iman buktinya dalam ‘amal, hidup nilainya dalam ‘amal, ilmu pun buahnya adalah ‘amal. Hanya ‘amal-lah yang merupakan wujud kongkrit kasat mata, sementara keikhlasan sangat pribadi dan hanya Allah dan yang bersangkutan yang mengetahuinya. Maka atas dasar inilah kata ‘Amal menjadi pilihan untuk nama, sekaligus diharapkan ilmu dan ikhlas menyertainya.
  • Sedang kata “daar” berasal dari bahasa arab “darun” yang berarti desa atau negeri. Kata daar identik digunakan oleh lembaga dan institusi keislaman, selain sebagai identitas kata daar dimaksudkan sebagai tempat, wahana, ladang. Darul ‘Amal berarti desa atau negeri tempat orang-orang beramal.

Logo dan Filosofi

  • Lambang Darul ‘Amal mulai diperkenalkan berbarengan dengan keluarkannya akta Yayasan pada 25 Januari 1992. Lambang yg terdiri dari buku (al-Quran) terbuka sebagai pusat ilmu, kubah sebagai identitas keislaman, padi dan kapas sebagai lambang kesejahteraan yang semua itu dibingkai dalam segi lima yang bisa diartikan sebagai rukun islam juga pancasila.


  • Logo Lama Darul ‘Amal

  • Seiring perkembangan zaman, tepat di usia yang ke duapuluh, logo Darul ‘Amal berubah. Mengusung nilai-nilai luhur sebagaimana ditegaskan dalam LBGHY namun dikemas dengan semangat modernitas. Logo baru tersebut terdiri dari paduan huruf “D” dengan “A” yang menjadi inisial dari nama Darul ‘Amal, pena yang menghujam ke tengah-tengah buku menandakan fokus utama Darul ‘Amal yaitu bidang pendidikan. Bagian-bagian tersebut kemudian dibingkai oleh segi delapan yang menandakan sebagai 8 (delapan) jalur hubungan yaitu: (1) Beribadah kepada Allah, (2) Taat kepada Rasulullah, (3) Berbakti kepada ibu-bapak, (4) Memuliakan guru, (5) Menghormati yang lebih tua, (6) Menghargai sesama, (7) Menyayangi yang lebih muda, (8) Menjaga lingkungan.


  • Logo Baru Darul ‘Amal